Mengenal Berbagai Macam Jenis Thimble

This content uses Indonesian, please change to your language by pressing the translate button below.
Thank you for your visit.


KURAZONE
 ~ Dalam pemasangan wire rope, biasanya para pekerja akan menambahkan alat pelindung tali bernama thimble atau bidal. Pelindung tersebut mempunyai fungsi untuk menjaga bentuk tali kawat dari terjadinya hentakan serta tarikan saat sedang digunakan. Selain itu, adanya pelindung tersebut juga dapat menjadi pelindung wire rope dari terjadinya pengikisan sehingga dapat bertahan lama.

Di dalam praktiknya, penggunaan pelindung tali kawat ini ada banyak sekali jenisnya. Semua itu dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang jenis dari alat pelindung ini, Anda dapat melihat penjelasannya berikut ini.

Jenis-Jenis Thimble

Perbedaan medan serta variasi aplikasinya membuat bidal ini diproduksi dalam berbagai macam jenis. Sebagai contoh, dalam dunia towing ataupun lifting, dibutuhkan wire rope sling yang menggunakan bidal. Berbagai macam tipe dari pelindung tali ini dibuat agar dapat disesuaikan pada kondisi keadaan lapangan dan juga tipe aplikasi lebih berat.

Apabila dikategorikan berdasarkan ringan atau beratnya aplikasi, bidal ini terbagi ke dalam dua macam:
  • Biasa: digunakan untuk aplikasi beban ringan
  • Heavy: digunakan untuk aplikasi dengan beban lebih berat.
Sementara jika dilihat dari kondisi lapangan, terdapat dua jenis bidal yang digunakan. Berikut adalah jenisnya:
  • Galvanis: Tipe galvanis digunakan pada benda yang mudah mengalami proses korosi
  • Stainless Steel 104 & 316: Tipe stainless steel 104 & 316 dapat diaplikasikan untuk kondisi benda rawat karat dan korosi
Dari pernyataan di atas, tentu Anda merasa sedikit bingung dengan perbedaan antara korosi dan juga karat. Untuk mendapatkan pemahaman lebih baik, berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang korosi serta karat.
  • Korosi dapat terjadi karena adanya disintegrasi bahan baku yang disebabkan oleh reaksi elektrokimia. Sedangkan karat merupakan salah satu dari jenis proses korosi.
  • Pada proses korosi, disintegrasi terjadi karena berbagai macam bahan logam. Sementara karat adalah korosi dari bahan besi beserta campurannya.
  • Korosi terjadi karena adanya reaksi dari bahan kimia. Sementara karat terjadi karena oksidasi dan air/uap air.
Jenis bidal lainnya juga dapat dikategorikan dari bentuknya. Setiap bentuk tersebut mempunyai aplikasi masing-masing. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Biasa

Jenis bidal biasa dibuat menggunakan proses akhir galvanis. Pada umumnya, tipe ini digunakan pada aplikasi yang bersifat ringan saja.

2. Heavy Duty

Bentuk kedua adalah heavy duty. Bentuk ini diproduksi menggunakan proses akhir galvanis juga. Selain itu, di beberapa produk juga ada yang menggunakan stainless steel agar tidak mudah terserang korosi. Penggunaan dari bentuk ini umumnya pada aplikasi berat.

3. Solid

Bentuk berikutnya adalah solid. Benda ini dibuat dengan menggunakan material dasar “Cast Ductile Iron”. Karakter dari bahan tersebut sangatlah kuat dan lebih keras dibandingkan bahan lainnya. Bentuk solid ini pada umumnya digunakan pada boom atau pendant di mesin Crane.

4. Solid DIN 3091

Bentuk terakhir adalah solid DIN 3091. Pembuatan dari alat ini menggunakan bahan dari Mild Steel dan di akhir proses pembuatannya menggunakan galvanis. Solid DIN 3091 ini biasanya diterapkan pada pendant di mesin crane.

Itulah tadi pembahasan tentang berbagai macam jenis dari thimble. Berdasarkan ulasan di atas bisa disimpulkan bahwa keberadaan alat ini sangat penting agar wire rope atau tali kawat dapat berfungsi maksimal. Bagi Anda yang sedang membutuhkan alat tersebut ataupun berbagai macam alat berat kapal lainnya, maka langsung saja untuk melakukan pemesanan di alamat berikut asmarines.com.

أحدث أقدم